Unsur Pengaman Uang Rupiah

Unsur Pengaman Uang Rupiah

Bagaimanakah agar uang yang kita gunakan sehari-hari kita ketahui keasliannya? Berdasarkan Pasal 8 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, disebutkan bahwa desain rupiah meliputi ciri, tanda tertentu, ukuran, dan unsur pengaman. Yang dimaksud dengan “tanda tertentu” mencakup warna, gambar; ukuran,besar, bahan rupiah, dan tanda lainnya. Dan yang dimaksud dengan “unsur pengaman” termasuk di dalamnya ciri atau tanda yang dapat dipergunakan oleh tunanetra. Nah, sekarang akan diuraikan hal yang berkaitan dengan unsur pengaman uang rupiah.
a. Keaslian uang rupiah dapat dikenali melalui berikut:
1) bahan yang digunakan;
2) desain dan ukuran;
3) teknik cetak.
b. Unsur pengaman (security features) uang rupiah dibuat pada bahan uang dan teknik cetak uang, dijelaskan sebagai berikut.
1) Bahan Uang Bahan uang bisa dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a) Warna uang terlihat terang dan jelas.
b) Terdapat benang pengaman. yang ditanam pada kertas uang dan tampak sebagai suatu garis melintang atau berbentuk anyaman yang dapat berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.
c)Pada uang pecahan Rp100.000. Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000 (desain lama), di sudut kanan bawah terdapat opticalty variable ink (OVI), yaitu berupa logo Bl dalam bidang tertentu yang dicetak dengan tinta khusus yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
d) Pada uang pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000 (desain baru) terdapat cetak pelangi (rainbow printing),yaitu cetak pelangi dalam bidang tertentu yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
d) Pada uang pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000 dan Rp10.000 (desain baru) terdapat cetak pelangi (rainbow printing), yaitu cetak pelangi dalam bidang tertentu yang akan berubah warna apabila dilihatdari sudut pandang tertentu.
e) Pada setiap uang terdapat tanda air (watermark),yaitu suatu gambar tertentu yang akan terlihat bila diterawangkan ke arah cahaya. umumnya berupa gambar pahlawan.
f) Pada setiap uang kertas terdapat gambar saling isi (rectoverso), yaitu logo Bl yang akan terlihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.
2) Teknik Cetak Uang Teknik cetak uang ada dua jenis, yaitu sebagai berikut.
a) Tehnik cetak khusus,yakni pada angka nominal,huruf terbilang,gambar utama, dan lambang negara Burung Garuda pada bagian ini akan terasa kasar bila diraba.
b) Kode tunanetra,yakni kode tertentu untuk mengenal jenis pecahan bagi tunanetra. Pada uang kertas Rp100.000. ,Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000 dan Rp2.000 terletak pada bagian muka uang di atas tulisan Bank Indonesia.
c. Tingkatan Security Features (Unsur Pengaman) Adapun unsur pengaman uang terdiri atas tiga level,yaitu sebagai berikut.
1) Level 1 (overt) yakn,diperuntukkan bagi orang awam dan dapat diidentificasi secara langsung dengan panca indra (peraba dan penglihatan)
2) Level 2 (overt dan covert) yakni, diperuntukkan bagi profesional dan dapat diidentifikasi secara langsung dengan bantuan peralatan (lup dan sinar ultra violet).
3)Level 3 (covert) yakni, diperuntukkan bagi bank sentral dan hanya dapat diidentifikasi dengan menggunakan peralatan khusus.
d.Unsur Pengaman Lain pada Bagian Muka
Selain unsur pengaman uang berdasarkan tingkatan security juga terdapat unsur pengaman lain pada bagian muka, yaitu sebagai berikut.
1) Gambar tersembunyi (latent image), yaitu tulisan Bl dalam bingkai persegi panjang berbentuk ornamen yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
2) Miniteks, yaitu tulisan Bank Indonesia yang berbentuk garis melengkung dengan ukuran teks dan warna berbeda yang dapat dibaca tanpa bantuan kaca pembesar.
3) Kode tunanetra (blind code), yaitu kode tertentu untuk mengenal jenis pecahan bagi tunanetra berbentuk dua lingkaran.
4) Mikroteks yaitu tulisan Bl berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan bantuan kaca pembesar.
5) Pigmen berubah warna (irisafe), yaitu jenis pigmen tertentu berbentuk dua garis tanpa celah akan berubah warna dari merah tembaga menjadi hijau, dan warna biru berubah menjadi kuning keemasan apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
6) Cetak pelangi (rainbow printing), yaitu bidang dengan bentuk tertentu yang akan berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang tertentu.
e. Unsur Pengaman Lain pada Bagian Belakang
Adapun unsur pengaman lain pada bagian belakang. yaitu sebagai berikut.
1) Nomor seri (serial number), yaitu terdiri atas tiga huruf dan enam angka berukuran tidak simetris yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet dari warna hitam menjadi warna hijau dan dari warna merah menjadi warna oranye
2) Tinta tampak (visible ink), yaitu tinta gambar kepulauan Indonesia dan beberapa bagian di sekitarnya akan memendar di bawah sinar ultraviolet.
3) Miniteks, yaitu tulisan berukuran kecil yang dapat dibaca dengan kasat mata maupun menggunakan kaca pembesar.
4) Tinta tidak tampak-invisible ink, yaitu gambar siluet gedung MPR/DPR yang akan memendar kemerah-merahan di bawah sinar ultraviolet dan pada uang dengan angka nominal 100.000 yang akan memendar hijau kekuningan di bawah sinar ultraviolet.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *