Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Nontunai oleh Bank Indonesia

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Nontunai oleh Bank Indonesia

Saat ini, sistem pembayaran nontunai kian digalakkan oleh bank dalam masyarakat. Hal ini terkait dengan tugas Bank lndonesia dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Pelaksanaan-tugas tersebut dalam rangka mencapai tujuan Bank Indonesia,yaitu menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Sehubungan hal tersebut, dengan semakin meningkatnya jumlah transaksi yang dilakukan oleh masyarakat, menuntut peran Bank Indonesia untuk meningkatkan dan mengembangkan sistem pembayaran yang efektif, efisien, dan aman. Berdasarkan berbagai survei di masyarakat, saat ini masih banyak masyarakat yang menggunakan sistem pembayaran tunai. Maka, Bank lndonesia sebagai otoritas pengatur sistem pembayaran nasional tertantang untuk mengubah budaya masyarakat yang masih terbiasa bertransaksi semratunai menjadi terbiasa dengan alat nontunai. Sistem pembayaran nontunai selain memberikan berbagai kemudahan dalam bertransaksi, secara luas dapat memiliki implikasi pada berkurangnya permintaan terhadap uang karta] yang diterbitkan bank sentral.Nah, bagaimanakah penyelenggaraan sistem pembayaran nontunai oleh Bank Indonesia?
Saat ini, jasa pembayaran nontunai yang dilakukan bank maupun lembaga selain bank (LSB), baik dalam proses pengiriman dana, penyelenggara kliring maupun sistem penyelesaian akhir (settlement) sudah tersedia dan dapat berlangsung di indonesia. Transaksi pembayaran nontunai dengan nilai besar diselenggarakan Bank Indonesia melalui sistem Bl-RTGS (Real Time Gross Settlement) dan sistem kliring. Sebagai informasi,sistem Bl-RTGS adalah muara seluruh penyelesaian transaksi keuangan di Indonesia. Dalam rangka mitigasi risiko dalam pembayaran nasional, Bank Indonesia telah mengembangkan sistem setelmen (sistem penyelesaian transaksi), yaitu Bank lndonesia Real Time Gross Setdement (Bl-RTGS), Bank lndonesia Scripless Securities Setdement System (Bl-SSSS) dan Sistem Kliring Nasional (SKN). Ikuti pembahasan selanjutnya berikut.
a.Bl Sebagai Penyelenggara Bl-RTGS
Sejak dioperasikan olehBank indonesia pada tanggal 17 November 2000, Bl-RTGS berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran, khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk High Value Payment System (HVPS) atau transaksi bernilai besar;yaitu transaksi Rp.100 juta ke atas dan bersifat segera (urgent).
Bank lndonesia Real Time Gross Settlement merupakan suatu sistem transfer dana elektronik antarpeserta dalam mata uang rupiah yang penyelesaiannya dilakukan secara seketika per transaksi secara individual.
Adapun manfaat Bl-RTGS, yaitu sebagai berikut.
1) Mengurangi risiko penyelesaian akhir (settlement).
2) Sarana transfer dana antarpeserta yang lebih cepat, efisien, aman, dan handal.
3) Meningkatkan kepastian penyelesaian akhir.
4) Menyediakan infomasi rekening peserta real time.
5) Meningkatkan efektivitas pengelolaan dana oleh bank.
Melihat pentingnya peran Bl-RTGS dalam sistem pembayaran nasional, sudah barang tentu harus dijaga kontinuitas dan stabilitasnya. Bila sesaat saja sistem Bl-RTGS ini ngadat atau mengalami gangguan jelas akan sangat menganggu kelancaran dan stabilitas sistem keuangan di dalam negeri. Hal itu belum memperhitungkan dampak material dan nonmaterial dari macetnya sistem Bl-RTGS tadi. Untukitulah Bl sangat peduli menjaga stabilitas BI-RTGS yang dikategorikan sebagai systemically Important Payment System (SIPS). SIPS adalah sistem yang memproses transaksi pembayaran bernilai besar dan bersifat mendesak (urgent). Maka, wajar saja apabila Bank Indonesia sangat peduli menjaga kestabilan SIPS dengan mengelola risiko, desain, kehandalan teknologi, jaringan pendukung dan aturan main dalam SIPS. Selain SIPS dikenal pula System Wide Important Payment System (SWIPS), yaitu sistem yang digunakan oleh masyarakat luas. Sistem kliring dan APMK termasuk dalam kategori SWlPS ini. Bl juga peduli dengan SWlPS karena sifat sistem yang digunakan secara luas oleh masyarakat. Apabila terjadi gangguan maka kepentingan masyarakat untuk melakukan pembayaran akan terganggu pula, termasuk kepercayaan terhadap sistem dan alat-alat pembayaran yang diproses dalam sistem.

b.Bl Sebagai Penyelenggara SKN-Bl
Salah satu mekanisme dalam sistem pembayaran adalah kliring. Apakah kliring itu? Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarpeserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan pada waktu tertentu.
SKN merupakan sistem kliring antarbank untuk alat pembayaran cek, bilyet giro, nota debit lainnya, dan transfer kredit antarbank. SKNBI adalah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia yang meliputi kliring debit dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional.
Kliring ada dua jenis, yaitu kliring debit dan kliring kredit.
1) Kliring Debit
Kliring debit adalah kegiatan dalam SKNBI untuk transfer debit, menggunakan cek, bilyet giro, nota debit dan warkat debit lain (traveller cheque).
2) Kliring Kredit Kliring kredit adalah kegiatan dalam SKNBI untuk transfer kredit, data keuangan elektronik.
Adapun struktur organisasi SKNBI, yaitu sebagai berikut.
1) Penyelenggara Kliring Nasional (PKN) adalah penyelenggara SKN Bl dalam hal ini kantor pusat Bank Indonesia (BI).
2) Penyelenggara Kliring Lokal (PKL) adalah kantor Bl daerah dan atau bank lain yang ditunjuk dan telah mendapat persetujuan dari Bl sebagai penyelenggara kliring lokal selain BI.
3) Peserta kliring adalah bank umum (konvensional atau syariah).
Setiap bank dapat menjadi peserta dalam penyelenggaraan SKNBI di suatu wilayah kliring, kecuali BPR (Bank Perkreditan Rakyat), kantor bank yang akan menjadi peserta wajib menyediakan perangkat kliring, antara lain, meliputi perangkat terminal pusat kliring dan jaringan komunikasi data baik main maupun back up untuk menjamin kelancaran kepada nasabah dalam bertransaksi.

c.Bl Sebagai Penyelenggara Bl-SSSS
Bl-SSSS merupakan sarana transaksi dengan Bank Indonesia termasuk penatausahaannya dan penatausahaan surat berharga secara elektronik dan terhubung langsung antara peserta, penyelenggara, dan sistem Bank lndonesia-Real Time Gross Settlement (sistem Bl-RTGS). Bl-SSSS menggabungkan sistem transaksi Bank Indonesia dengan sistem penatausahaan surat berharga.

Kegiatan transaksi dan penatausahaan dilakukan dalam satu sistem yang terintegrasi dan terhubung langsung (on-line) antara Bank Indonesia dengan para pelaku pasar. Selain itu, Bl-SSSS mencakup juga sistem informasi antarpeserta dan penyelenggara Bl-SSSS, sistem setelmen surat berharga dan sistem penatausahaan surat berharga. Dalam kegiatan setelmen, Bl-SSSS terhubung langsung dengan BIRTGS secara seamless. Dengan demikian, seiring dengan globalisasi perekonomian dunia, kebutuhan masyarakat akan kecepatan, kehandalan, dan keamanan dalam bertransaksi semakin meningkat. Di satu sisi, masyarakat yang belum mengenai sistem pembayaran nontunai dikenalkan dan diajak untuk menggunakannya. Oleh karena itu, Bank Indonesia selaku otoritas sistem pembayaran, menyadari sepenuhnya keperluan untuk memperlancar kegiatan sistem pembayaran di Indonesia dengan melakukan berbagai peran dalam sistem pembayaran nontunai seperti Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) dan Sistem Kliring Nasional (SKN).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *